SERPONG, KOMPAS.com - Budidaya bebek potong tidak harus dilakukan di pedesaan. Di kota besar pun Anda dapat membudidayakan unggas tersebut dan memperoleh pendapatan yang cukup menjanjikan.Itulah yang dilakukan oleh Uci Sanusi di kediamannya di Jalan Raya Serpong RT.03/RW.02, Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan. Saat ini Uci dapat dikatakan pembudidaya bebek potong pertama di kawasan ini.
Ada alasan mengapa Uci bersemangat membudidayakan bebek di Serpong. Pertama, bebek tidak mudah terserang penyakit sehingga pemeliharaannya pun lebih mudah. Kedua, permintaan terhadap bebek di kawasan Serpong juga tinggi. Makin banyak restoran menyediakan menu bebek di kawasan tersebut. Permintaan pasar pun tak melulu terhadap daging bebek, tapi juga terhadap telur bebek.
"Banyaknya bermunculan restoran yang menawarkan sajian utama bebek menjadi alasan utama saya terjun dalam usaha ini," kata Uci.
Selain karena hobi memelihara hewan, Uci juga tergiur oleh penghasilan besar dari budidaya bebek pedaging potong tersebut. Meski usaha ini baru dirintisnya awal Februari lalu, omzet penjualannya bisa mencapai Rp 15 juta per bulan.
Dalam pengalaman Uci, pemeliharaan bebek tidak membutuhkan waktu lama. Selama kurun 2-3 bulan, bebek pedaging sudah siap dipanen. Hal tersebut karena pertumbuhan dan perkembangan tubuh bebek relatif lebih cepat. "Berat bebek 1,2 kg sampai 1,5 kg sudah bisa dipotong karena pemotongan pada umur yang relatif muda menghasilkan daging yang lebih empuk, lebih gurih, dan nilai gizinya lebih tinggi," kata Uci.
Setiap harinya Uci mampu menjual 30-40 ekor bebek pedaging potong atau hidup dengan banderol Rp 36.000 hingga Rp 38.000 untuk bebek potong. Adapun untuk bebek hidup dihargai Rp 32.000 hingga Rp 36.000. Rata-rata pembelinya didominasi oleh restoran atau pemasok pasar swalayan yang tersebar di wilayah Jabodetabek. "Permintaan yang semakin meningkat membuat saya kewalahan juga memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Uci.
Bibit bebek pedaging didatangkan Uci dari Indramayu, Jawa Barat. Uci bisa mendapatkan bibit bebek dengan harga Rp 3.500 per ekor. "Bayangkan, dengan modal Rp 3,5 juta, Anda bisa mendapatkan seribu bibit bebek. Harga jual kembali dari seribu bibit bebek yang sudah siap potong bisa mencapai Rp 36 juta," kata Uci. Tak ayal, bisnis yang ditekuni dari hobi ini menjadi salah satu potensi bisnis yang menjanjikan. (S01-11)



SERPONG, KOMPAS.com - Memulai usaha baru tidak selalu harus menjual barang-barang yang wah dengan modal yang besar. Menanam kangkung pun bisa menghasilkan uang yang relatif besar.
Bapak yang satu ini punya cita-cita dalam setiap karya lukisnya; membangun karakter bangsa. Pada sebuah kanvas ia tumpahkan segala kegelisahan hidup. Pendiriannya tegas, selalu ingin berada di jalanan. Di tengah keramaian pasar, tiang pancang flyover yang memantulkan suara bising, karyanya terus mengalir membawa nostalgia manusia yang termanis. Semuanya ia lakukan dengan bersandar pada satu pilihan hidup; bekerja dengan hati.
Ciputat— Bulan Oktober lalu, Tim sepakbola SMA Darussalam yang berlokasi di bilangan Ciputat ini sukses menjadi juara piala presiden kategori SMA di ajang kompetisi Liga Pendidikan Indonesia (LPI) 2009–2010.
KIPRAH Airin Rachmi Diany sebagai Ketua PMI Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan aktivitasnya dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga lingkungan memberi inspirasi bagi kaum wanita di kota itu. Karena itu banyak masyarakat kota pemekaran baru itu yang menganggap dia figur Kartini masa kini yang mewakili wanita Kota Tangsel.
















