Saturday, May 25th

Last update:09:01:42 PM GMT

You are here

Berita Utama

Walikota Tangsel Ingatkan Pengusaha Salurkan Zakat

E-mail Cetak PDF
Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany kembali melakukan terobosan baru. Ia mengingatkan kepada kalangan pengusaha yang tergabung di dalam lembaga Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk mau menyisihkan keuntungan melalui zakat.

Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kota Tangerang Selatan pada 2011 ini telah berhasil menerima zakat sebesar Rp1,7 milliar yang sebagian perolehan zakat tersebut diantaranya berasal dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang perhitungannya 2,5 persen dari gaji bersih setiap orang.

Terobosan itu disampaikan Airin pada acara Musyawarah Kota (Muskot) ke-I Kadin Kota Tangerang Selatan, sekaligus  pelantikan pengurus masa bakti 2011-2016.

“Saya harapkan para pengusaha bisa menyisihkan sedikit keuntungannya untuk masyarakat. Khususnya warga yang tidak mampu,” kata Airin dalam sambutannya.

Dia memaparkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya dari acara Rapat Kerja Bazda Kota Tangerang Selatan, hasil perolehan zakat setiap tahun terus mengalami peningkatan.

Pada 2009, lembaga sosial itu telah berhasil mengumpulkan dana zakat sekitar Rp210 juta. Berikutnya periode 2010 meningkat menjadi Rp800 juta dan 2011 perolehannya melonjak signifikan mencapai Rp1,7 miliar.

“Hasilnya tidak jauh dengan Kabupaten Tangerang selaku induk yang jumlahnya mencapai Rp2,2 milliar,” terangnya.

Airin menambahkan, kedepannya kedua lembaga antara Bazda dan Kadin Kota Tangerang Selatan bisa bekerjasama membantu warga yang berekonomi lemah. Sehingga para pengusaha tidak hanya sekedar mencari keuntungan saja. Tapi mau memberikan hak fakir miskin yang sebenarnya ada di dalam hasil keuntungan dari bisnis yang dijalankan.[mus]

Sumber: Bantenpos

RSUD Tangerang Selatan Siap Bersaing Berikan Pelayanan Prima

E-mail Cetak PDF
Pemerintah Kota Tangerang Selatan, terus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Diantaranya yakni mengoperasikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Jalan Raya Pajajaran, Pamulang, yang rencananya mulai dibuka pada pertengahan tahun 2012 mendatang.

Peningkatan pelayanan tersebut diantaranya dengan menambah sejumlah fasilitas pengobatan dan tim medis berpengalaman. Nantinya di Kota Tangerang Selatan tersedia beragam pelayanan untuk pasien. Seperti ruang farmasi, laboratorium, konsultasi gizi, Poli dots (pelayanan untuk pasien TB).

RSUD Kota Tangerang Selatan diresmikan langsung oleh Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah pada tanggal 7 April 2010 silam. Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, pemerintah berkomitmen menambah jenis dan kualitas pelayanan. Antara lain seperti penambahan gedung baru maupun sarana dan prasana pendukung lainnya.

Untuk fasilitas yang dimiliki RSUD Tangerang Selatan yang berdiri berdasarkan surat ijin Nomor. 445/01.oprs-Dinkes/III/2010. RSUD Kota Tangerang Selatan telah bertekad untuk terus melayani setiap masyarakat secara maksimal dan optimal. Hal ini sesuai dengan motto RSU Kota Tangsel yaitu “Melayani dengan Sepenuh Hati”. RSU Kota Tangsel secara terus menerus juga berusaha berpartispasi menjadikan Kota Tangsel sebagai salah satu kota percontohan di Provinsi Banten dalam hal pemberian pelayanan maksimal bagi warganya.

Dimana indikator keberhasilan pelayanan kesehatan di suatu kota, dapat dilihat dari bagaimana pemerintah kota yang bersangkutan menata dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakatnya khususnya pelayanan kesehatan di puskesmas- puskesmas dan rumah sakit. Keberadaan RSU di Kota Tangsel memang sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan masyarakat.

Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengatakan, bahwa pembangunan RSUD merupakan salah satu prioritas di daerah hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang ini. Walaupun saat ini Kota Tangerang Selatan telah memiliki banyak Rumah Sakit (RS) swasta. Namun, kebanyakan adalah RS mewah yang memasang tarif pelayanan begitu tinggi. Sehingga penentuan tarif tidak terjangkau bagi sebagian besar masyarakat dari kalangan ekonomi menengah kebawah.

Diketahui, RSUD Tangerang Selatan dalam pengoperasiannya telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 06 Tahun 2010 tentang Satuan Organisasi Tata Kerja (SOTK). RSUD Kota Tangerang Selatan memiliki visi Menjadi Rumah Sakit Pilihan yang bermutu dan Amanah (Aman, Nyaman, Mandiri, Ramah) di Kota Tangerang Selatan. Sedangkan misi RSUD Kota Tangsel adalah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang bermutu, modern dan terstandarisasi.

Kemudian meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan yang profesional dan religius, meningkatkan sistem informasi yang terbuka dan menerima globalisasi sesuai kebutuhan masyarakat yang bermartabat. Serta berupaya mengikuti perkembangan IPTEK, dan memenuhi sarana pendukung yang berkualitas dan berwawasan lingkungan.

RSUD Tangerang Selatan saat ini merupakan rumah sakit setara tipe C yang memberikan pelayanan kedokteran empat spesialis dasar yaitu Spesialis Anak, Spesialis Kandungan, Spesialis Dalam, Spesialis Bedah dan memiliki spesialis tambahan pelayanan Spesialis Mata. Sehingga diharapkan mampu sebagai pelayanan rujukan dari puskesmas.

Tekad mengoptimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat ditunjang oleh beberapa tenaga medis handal. Antara lain tiga dokter spesialis penyakit dalam, dua dokter spesialis bedah umum, dua dokter spesialis kandungan dan satu dokter spesialis mata. Kemudian satu dokter spesialis anestesi, satu dokter gigi spesialis orthodontis dan 11 dokter umum. Sementara jumlah tenaga perawat sebanyak 30 orang, tenaga bidan 17 orang dan tenaga gizi 4 orang.

“Seluruh tenaga medis yang bertugas di Rumah Sakit Umum merupakan SDM yang sudah terampil dan bersertifikasi khusus,” kata Direktur RSUD Tangerang Selatan, Yantie Sarie.

Soal pelayanan, RSU Tangsel juga sudah memberikan pelayanan yang cukup beragam di antaranya medical chek up, Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam, rawat inap, rawat jalan, kamar bersalin dan laboratorium. Untuk pelayanan UGD, siap melayani selama 24 jam setiap harinya termasuk hari besar dengan dilayani sebanyak 11 dokter umum dan ditangani 12 perawat dengan sertifikasi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) serta Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS).

Adapun pelayanan laboratorium yang ada di RSU Kota Tangsel meliputi, kimia klinik, hematologi, urinalisis, faeces, mikrobiologi, imunologi dan toksikologi. Ditambah lagi pelayanan penunjang lainnya, seperti medical chek up, dan apotek. Sedangkan pelayanan rawat inap terdapat 17 tempat tidur.

Tahun 2011 ini, RSUD Tangerang Selatan berencana menambah fasilitas pelayanan terbaru. Berupa ruangan rawat inap yang representatif untuk pasien memperoleh pelayanan kesehatan. Ditambah (HCU) Hight Care Unit dan Unit Transfusi Darah Cabang (UTDC). Selama tahun 2011 ini, RSUD Tangerang Selatan mampu mengcover pelayanan masyarakat dengan maksimal. diantara perawatan yang dilakukan itu antara lain, rawat jalan (pelayanan poli spesialis) dengan jumlah pasien mencapai 3.447 selama Oktober 2011 ini. Untuk pasien rawat inap yang dilayani selama Oktober mencapai 585 pasien. Sedangkan yang dirawat di UGD mencapai 3.710 pasien. Serta untuk pasien persalinan sampai dengan bulan Oktober 2011 mencapai 429 pasien.(sk/mus)

Empat Kecamatan Jadi Zona Hunian

E-mail Cetak PDF
Kecamatan Setu, Pamulang, Serpong, dan Ciputat menjadi prioritas pembangunan pemukiman di Kota Tangsel. Lahan di empat lokasi itu relatif masih kosong dibandingkan kecamatan lain. "Pemerintah daerah akan memberikan rujukan kepada pengembang yang akan membangun pemukiman di empat wilayah kecamatan tersebut. Terutama Kecamatan Setu yang masih memiliki banyak lahan kosong," kata Kepala Dinas Tata Kota, Bangunan dan Pemukiman Kota Tangsel Joko Suryanto.

Selain menyodorkan empat kecamatan tersebut Pemkot Tangsel terus memberikan pengarahan kepada pengembang untuk membuat bangunan berbentuk wrtikal guna menyiasati minimnya lahan. Plus untuk menambah Ruang Terbuka Hijau yang terbilang minim di Kota TangseL "Ke depaa prioritas model bangunan di Tangsel itu vertikal, untuk menghemat lahan dan menyiapkan Ruang Terbuka Hijau Jadi wilayah tidak sumpek," tuturnya

"Setiap ada pertemuan dengan pengembang perumahan, kami selalu memberikan penjelasan soal pembangunan pemukiman vertikal. Bentuknya bisa apartemen, rumah susun, atau sejenisnya Itu salah satu pilihan logis di tengah minimnya lahan di Kota Tangsel," sambung Kepala Bidang Perumahan Dinas Tata Kota, Bangunan dan Pemukiman Kota Tangsel Carsono.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Tangsel Edy Malounda menambahkan, ke depan izin pengembangan lahan di wilayahnya akan diperketat. Harus sesuai dengan Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang terus digodok. Pihaknya mengaku sudah meminta blue printdari setiap pengembang, dan segera menentukan wilayah mana saja yang akan dijadikan RTH. (kin)

Sumber: Indopos

RSUD Kota Tangsel Tingkatkan Pelayanan Medis

E-mail Cetak PDF
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) terus berupaya meningkatkan pelayanan medis, salah satunya penambahan dua dokter spesialis.

RSUD Kota Tangsel beroperasi sesuai dengan surat izin Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel No. 445/02-Dinkes/X/2009 tentang izin mendirikan Rumah Sakit Umum Daerah As Sholihin setara rumah sakit umum tipe C di Jalan Surya Kencana No.1, Kecamatan Pamulang Kota Tangsel. Peresmian RSUD sendiri dilakukan oleh Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah pada 7 April 2010 silam.

Direktur RSU Kota Tangsel, drg. Yanti Sari mengatakan, peningkatan pelayanan medis salah satunya dilakukan dengan penambahan pelayanan Dokter Spesialis Paru-Paru dan Dokter Spesialis Orthopedi. “Dua dokter ini akan kami tambah pada tahun depan, ini menjadi program penting kami kedepannya,”ujarnya.

Lanjut drg. Yanti, pelayanan yang terdapat di RSUD Kota Tangsel yakni, rawat jalan atau pelayanan poli spesialis, rawat inap, Unit Gawat Darurat (UGD) dan persalinan. Kemudian RSUD ini juga melayani operasi untuk Secio Secaria, Katarak, Kista, Tubektomi, Appendikstomi atau Usus Buntu. Selain itu, di RSUD juga terdapat pelayanan Farmasi, Labolatorium, Konsultasi Gizi dan Poli DOTS atau pelayanan untuk pasien TB.

“Pelayanan RSUD Kota Tangsel dilengkapi dengan pelayanan penunjang agar lebih optimal. Sesuai dengan motto RSUD Kota Tangsel melayani sepenuh hati,”jelasnya.

Penambahan dua dokter spesialis di RSUD Kota Tangsel yakni, Spesialis Paru-Paru dan Spesialis Orthopedi, memperbanyak ruang bagi masyarakat Tangsel untuk mendapatkan pelayanan. Sementara untuk pelayanan dokter spesialis yakni, tiga dokter spesialis penyakit dalam, dua dokter spesialis bedah umum, dua dokter spesialis kandungan dan satu dokter spesialis mata. Kemudian satu dokter spesialis anestesi, satu dokter gigi spesialis orthodontis dan 11 dokter umum. “Kami juga menyediakan poli Umum dan UGD yang beroperasi selama 24 jam. Setiap harinya ada dua dokter jaga dalam tiga shift,”ucapnya.

RSUD juga memiliki tenaga perawat sebanyak 30 orang, tenaga bidan 17 orang dan tenaga gizi 4 orang. “Seluruh tenaga medis yang bertugas merupakan SDM yang sudah terampil dan bersertifikasi khusus,”tandasnya.

Ia optimis RSUD Kota Tangsel akan terus berkembang sesuai arahan Walikota Tangsel Hj. Airin Rachmi Diany, bahwa pembangunan RSUD merupakan salah satu prioritas di Kota Tangsel untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan masyarakat.

Sekaligus mengakomodir kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Selain keberadaan RS swasta di Tangsel, yang kebanyakan adalah RS mewah dengan harga yang tidak terjangkau bagi sebagian besar masyarakat Tangsel.

Tekad mengoptimalkan pelayanan kesehatan dengan tenaga medis andal tercermin dari pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) yang siap melayani selama 24 jam setiap harinya. Termasuk pelayanan saat hari besar dengan tersedianya 11 dokter umum dan ditangani 12 perawat dengan sertifikasi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), serta Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS).

Adapun pelayanan laboratorium yang ada di RSU Kota Tangsel meliputi, Kimia Klinik, Hematologi, Urinalisis, Faeces, Mikrobiologi, Imunologi dan Toksikologi. Ditambah pelayanan penunjang lainnya, seperti medical chek up dan apotek, dengan pelayanan rawat inap terdapat 17 tempat tidur.

Tahun ini, RSUD Kota Tangsel berencana menambah fasilitas pelayanan terbaru. Berupa ruangan rawat inap yang representatif untuk pelayanan kesehatan pasien. Ditambah dengan Hight Care Unit (HCU) dan Unit Transfusi Darah Cabang (UTDC).

Secara umum pelayanan RSUD Kota Tangsel yakni, rawat jalan atau pelayanan Poli Spesialis dengan pasien rawat jalan sampai dengan Oktober 2011 mencapai 3447 pasien. Pelayanan rawat inap dengan pasien rawat inap sampai dengan Oktober 2011 mencapai 585 pasien.

Pelayanan UGD, dengan Pasien UGD sampai Oktober 2011 mencapai 3710 pasien. Pelayanan Persalinan dengan pasien persalinan sampai Oktober 2011 ada 429 pasien. Pelayanan Operasi Secio Secaria, Katarak, Kista, Tubektomi, Appendikstomi atau Operasi Usus Buntu. “RSUD Kota Tangsel sudah melaksanakan operasi SC sejak awal November 2011,”urainya.

RSUD Kota Tangsel, juga memberikan pelayanan kepada masyarakat miskin seperti, Pelayanan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Pelayanan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), Pelayanan Jaminan Persalinan (Jampersal). Dan bhakti sosial untuk penderita Katarak berupa operasi Karatak gratis bekerjasama dengan PERDAMI. Serta Bhakti sosial untuk program Tubektomi Gratis Kerja Sama dengan BKKBN.

“Bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) kami mengadakan bakti sosial operasi katarak dengan jumlah pasien 29 pasien. Bahkan di awal November kami melaksanakan Oprasi Appendikstomi atau Operasi Usus Buntu, serta kegiatan lainnya,”ucapnya.

Ia menegaskan, untuk program yang akan dilakukan di tahun 2012, yakni Pelayanan ASKES, Pelayanan Imunisasi, Pelayanan KB, Pemeriksaan Radiologi (Rontgen), Promosi Kesehatan Rumah Sakit, Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) dan Sanitasi Lingkungan Rumah Sakit.

“Kami terus meningkatkan sarana dan prasarana terutama dalam hal pembangunan fisik. Seperti adanya gedung baru yang dapat menambah kenyamanan pasien dan keluarga pasien. Karena RSUD merupakan rumah sakit tujuan utama pasien terutama pasien yang termasuk dalam masyarakat kurang mampu,”ungkapnya.

Selain harapan mempunyai gedung baru, sejumlah terobosan juga akan dilakukan kedepannya seperti sistem pelaporan yang komputerisasi dan alur pelayanan yang semakin baik.

“Ini juga dalam rangka memenuhi harapan masyarakat yang menginginkan, agar RSUD dapat menjadi rumah sakit bagi seluruh masyarakat Tangsel. Bukan hanya tujuan utama masyarakat kurang mampu saja. Melainkan dapat memenuhi kebutuhan kesehatan dan dapat juga bersaing dengan rumah sakit swasta yang ada di sekitar Kota Tangsel. Serta dapat memenuhi fasilitas yang modern dan lebih baik lagi,”jelasnya.

RSUD Kata Tangsel pengoperasiannya ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 06 Tahun 2010 tentang Orgainsasi Perangkat Daerah Kota Tangsel. RSUD Kota Tangsel memiliki visi Menjadi Rumah Sakit Pilihan yang bermutu dan Amanah (Aman, Nyaman, Mandiri, Ramah) di Kota Tangsel.

Sedangkan, misi RSU Kota Tangsel adalah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang bermutu, modern dan terstandarisasi. Kemudian meningkatkan SDM kesehatan yang profesional dan religius, meningkatkan sistem informasi yang terbuka dan menerima globalisasi sesuai kebutuhan masyarakat yang bermartabat. Serta berupaya mengikuti perkembangan IPTEK dan memenuhi sarana pendukung yang berkualitas dan berwawasan lingkungan. (adv)

Pembangunan Jalan Lingkungan Terus Diintensifkan

E-mail Cetak PDF
PEMERINTAH Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Tata Kota, Bangunan dan Permukiman terus melakukan peningkatan pembangunan jalan lingkungan di tujuh kecamatan. Peningkatan ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Djoko Suryanto mengatakan, pihaknya melalui Bidang Perumahan dan Permukiman terus mengintensifkan pembangunan jalan lingkungan di tujuh kecamatan yakni Serpong, Serpong Utara, Setu, Pamulang, Ciputat, Ciputat Timur dan Pondok Aren. “Kami terus mengintensifkan pembangunan jalan lingkungan di masyarakat Tangsel,”ujarnya.

Menurutnya pembangunan jalan lingkungan ini menggunakan paving blok dengan harapan dapat memperlancar perekonomian masyarakat di tujuh kecamatan. Untuk memastikan programnya terealisasi, pengawasan terus dilakukan di lapangan. “Pembangunan jalan dilakukan dengan menggunakan paving blok,”bebernya.

Titik pembangunan merupakan usulan dari Musrembang, yakni usulan dari Rt dan Rw yang disampaikan kepada lurah dan disampaikan ke kecamatan setempat. Dari usulan yang ada disampaikan ke Pemkot Tangsel dan direalisasikan di setiap dinas. Termasuk Dinas Tata Kota, Bangunan dan Permukiman Kota Tangsel.

“Jika ada usulan yang tidak tertampung dalam Musrembang, maka usulan pembangunan itu bisa dilakukan oleh dinas yang membidanginya. Salah satunya ya membangun jalan lingkungan di masyarakat,”ucapnya.

Kata dia pembangunan jalan ada yang dilakukan oleh Pemkot Tangsel dan ada yang dilakukan oleh pengembang perumahan. Namun, jika jalan lingkungan itu sudah diserahkan kepada Pemkot Tangsel dalam bentuk fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum), pembangunannya merupakan kewenangan Pemkot. “Jalan lingkungan yang ada di masyarakat jika sudah diserahkan dalam bentuk fasos fasum barulah kami perlihara dan diperbaiki,”jelasnya.

Pengerjaan pembangunan jalan lingkungan ini ada yang melalui penunjukan langsung atau melalui tender. Prosesnya dilakukan sesuai aturan yang berlaku. “Panjangnya bisa sampai ratusan meter,”imbuhnya.

Dinas Tata Kota, Bangunan dan Permukiman Kota Tangsel tidak melakukan pembebasan lahan. Melainkan membangun jalan dengan kondisi eksisting yang ada. “Karena itu jalan lingkungan jadi tidak ada pembebasan, beda dengan pembangunan jalan yang dilakukan Dinas Binamarga di jalan utama Kota Tangsel,”tuturnya.

Program ini sesuai dengan program Walikota Tangsel, yakni pembangunan yang menyentuh langsung oleh masyarakat. Alhasil, respon masyarakat begitu tinggi dan mendukung program ini. “Yang tadinya becek sekarang tidak lagi,”kata dia.

Namun, pihaknya menyayangkan jalan yang sudah dibangun banyak yang disalahgunakan, yakni seringkali dilalui oleh kendaraan dengan muatan banyak. Ia berharap agar masyarakat ikut berpartisipasi menjaga dan memelihara jalan yang sudah dibangun Pemkot Tangsel. Meski pemerintah terus melakukan pengawasan di lapangan.

“Untuk itu tahun ini melalui Bidang Perumahan dan Permukiman anggarannya dialokasikan untuk pembangunan atau peningkatan infrastruktur. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni dialokasikan sebesar Rp15 miliar dan di APBD Perubahan Rp30 miliar,”bebernya.

Tingginya kepedulian Walikota Airin Rachmi Diany dan Wakil Walikota Benyamin Davnie, telihat dari peningkatan alokasi anggaran oleh Pemkot untuk pelayanan masyarakat. Selain membangun jalan lingkungan juga MCK, Drainase, tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) skala lingkungan di beberapa titik. “APBD-P itu dua kali lipat dari APBD murni,”tuturnya.

Perlu diketahui tugas pokok dan fungsi Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas Tata Kota, Bangunan dan Permukiman Kota Tangsel, yakni Bidang Perumahan dan Permukiman mempunyai fungsi menyusun bahan perumusan kebijakan umum, penyelenggaraan, fasilitasi dan pembinaan di bidang perumahan dan permukiman.

Menyusun rencana bidang perumahan dan permukiman, pelaksanaan pengumpulan data, informasi, permasalahan, peraturan perundang-undangan dan kebijakan teknis yang berkaitan dengan bidang perumahan, air bersih dan penyehatan lingkungan permukiman.

Kemudian, penyusunan rencana pembangunan perumahan, seperti rumah susun sewa (Rusunawa), rumah susun milik (Rusunami), jaringan air bersih dan sarana penyehatan lingkungan permukiman. Pelaksanaan pembangunan perumahan, Rusunawa, Rusunami, jaringan air bersih dan sarana penyehatan lingkungan permukiman.

Dalam pelaksanaannya melakukan koordinasi, fasilitasi dan pembinaan pengelolaan Rusunawa, Rusunami, perusahaan penyedia jasa air bersih dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sarana sanitasi lingkungan. Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian penyediaan prasarana dan sarana utilitas umum (PSU)/ fasos-fasum di perumahan dan penyediaan jaringan air bersih.

Pelaksanaan koordinasi pengawasan dan pengendalian kebijakan tentang perumahan, penyediaan air bersih dan sarana penyehatan lingkungan permukiman. Monitoring dan evaluasi pembangunan perumahan, Rusunawa, Rusunami, jaringan air bersih dan sarana penyehatan lingkungan permukiman.

Monitoring dan evaluasi penyediaan PSU atau fasos fasum di perumahan, jaringan air bersih dan sarana penyehatan lingkungan permukiman. Pelaksanaan tugas lain sesuai dengan fungsi dan tugasnya.

Kegiatan pembangunan atau peningkatan infrastruktur tahun 2011 APBD Murni di Bidang Perumahan dan Permukiman untuk peningkatan jalan diantaranya, Serpong 27 titik, Serpong Utara 27 titik, Setu 12 titik, Pondok Aren 27 titik, Pamulang 25 titik, Ciputat 35 titik, Ciputat Timur 24 titik. Kemduian untuk rehabilitasi saluran air atau drainase di tujuh kecamatan sebanyak 10 titik. “Total anggaran peningkatan jalan dan rehabilitasi drainase sebesar Rp15.441.635.500,”ucapnya.

Sedangkan, untuk APBD Perubahan pembangunan atau peningkatan infrastruktur sebanyak 494 di tujuh kecamatan dengan nilai Rp.30.479.440.000.

Sementara program permukiman Dinas Dinas Tata Kota, Bangunan dan Permukiman Kota Tangsel, pertama program fasilitasi dan penyediaan, peningkatan serta pengelolaan sarana dan prasarana lingkungan permukiman berbasis masyarakat (PNPM), beberapa diantaranya penyediaan taman bermain, sarana olahraga, sarana pemakaman umum, pembangunan jalan dan drainase di lingkungan permukiman dan lain-lain.

Kedua, program penyehatan lingkungan permukiman berbasis masyarakat (PNPM), beberapa diantaranya penyediaan dan pengelolaan TPST, IPAL, pembangunan atau penyediaan air besih dan sanitasi sehat di lingkungan permukiman dan lainnya.

Ketiga, penyusunan rencana dan kebijakan perumahan dan permukiman, beberapa diantaranya, melakukan identifikasi atau pendataan dan perencanaan permukiman pada kawasan rawan bencana dan daerah kumuh/slum area dalam perkotaan dan lainnya. (adv)

Halaman 1 dari 35

Baner