Sunday, May 20th

Last update:09:01:42 PM GMT

You are here

Warning: Parameter 1 to plgContentPlg_Jabookmark::onAfterDisplayTitle() expected to be a reference, value given in /home/marime93/public_html/libraries/joomla/event/event.php on line 67

K.H. Mahrus Amin, Menggagas 1000 Pondok Pesantren Nusantara

E-mail Cetak PDF

Tangerang Selatan (Tangsel) selain dikenal sebagai kota modern, ternyata memiliki sosok  Kiai yang dikenal luas oleh masyarakat. Dia adalah K.H. Mahrus Amin,  penggagas pendirian 1000 Pesantren Nusantara.

 

Lelaki  berusia 70 tahun ini menggagas pendirian 1000 Pesantren Nusantara dengan Gerakan Nasional, Cinta Wakaf Zakat, Infaq, dan Shadaqoh. Impiannya untuk mewujudkan 1000 Pesantren Nusantara pada awalnya memang tampak seperti sesuatu yang mustahil diwujudkan, terleboh saat ini masyarakat lebih mengutaman pendidikan umum ketimbang  agama. Namun pelan tapi pasti keinginannya mulai terwujud, idenya mendapatkan respon dari masyarakat di berbagai daerah.

 

K.H Mahrus Amin mengatakan gerakan pendirian 1000 pesantren ini  didasari masih belum meratanya kader-kader umat Islam di pelosok nusantara. “Untuk pemerataan  da’wah muslim, perlu disebar pondok pesantren di seluruh Indonesia,” ungkap  K.H Mahrus Amin.

 

Pemilihan model pengkaderan lewat pondok pesantren adalah alasan historis dan empiris.  Lembaga ini telah terbukti bisa tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat, desa maupun kota. Pondok pesantren juga merupakan penerjemahan dari jejak langkah Rasulullah Muhammad SAW membangun umat di Madinah. “Ketika hijrah dari Makkah ke Madinah, hal pertama yang dilakukan oleh Rasul adalah mendirikan masjid sebagai pusat semua aspek kegiatan umat,” ungkap pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Madinatunnajah Tangsel ini. Saat ini Ponpes Madinatunnajah berada dibawah  Yayasan Pendidikan dan Wakaf Islamiyah An-Najah yang terletak di Jl. Jombang-BSD No.97 Ciputat Tangerang Selatan Banten.

 

K.H Mahrus Amin juga memaparkan Saat ini Yayasan Pendidikandan Wakaf Islamiyyah telah merintis pembangunan 100 pesantren yang tersebar di selurh Indonesia, baik yang merupakan bagian dari Madinatunnajah Grup maupun mitra binaan.   Dan saat ini telah memiliki lembaga pendidikan meliputi  Tarbiyatul Mu;allimin Wal Mu’allimat Al Islamiyah (TMI), Madrasah Ibtidaiyah Terpadu, dan Taman Pendidikan Al Qur-an. Selain itu ada juga Majlis Ta’lim, Pengajian Awal bulan bersama ulama Madinatunnajah (PESAN ULAMA) , Tahfidz Al Qur-an, Rihlah Ruhiyah, Manasik Haji, dan kegiaatan keislaman lainnya.

 

Pada peringatan Maulid Nabi Muhammad 1430 Hijriah, Yayasan Pendidikan dan Wakaf Islamiyah An-Najah  menggelar pengajian awal bulan bersama ulama Madinatunnajah (PESAN ULAMA) dengan penceramah KH. Ahya Al-Anshori. Pembina Majlis Ta’lim Al Chosiyah Kota Tangsel.

 

Dalam kesempatan tersebut K.H Mahrus Amin mengundang Hj.Airin Rachmi Diany, aktivis sosial yang dikenal ditengah masyarakat. “Harapannya agar perkembangan pesantren di Kotanya bisa terus meningkat.  Sementara itu Hj.Airin Rachmi Diany mengatakan dukungannya kepada Yayasan  “aya sangat mendukung program yang digagas oleh Kiai Mahrus Amin dengan mendirikan 1000 pesantren di Nusantara. Mari kita bersama-sama berusaha dan berdo’a untuk mewujudkan tujuan yang mulia ini,” tutur Hj Airin. (mus-mmt)

Baner