Wednesday, Jun 19th

Last update:09:01:42 PM GMT

You are here

Airin Dalam Media

Airin Yakin MK Adil

E-mail Cetak PDF

Airin Rachmi Diany didampingi BEnyamin Davnie saat diwawancarai para wartawan usai sidang di MK, Jum'at (18/03/11)Jakarta— Mahkamah Konstitusi (MK) kemarin menggelar sidang perselisihan pemungutan suara ulang (PSU) Pemilukada Kota Tangsel. Hasilnya, akan diputuskan pecan depan. Ketua MK, Mahfud MS, diakhir sidang yang agendanya meminta keterangan KPU Pusat, Bawaslu, KPU Provinsi Banten, KPU Kota Tangsel, dan Panwaslu Kota Tangsel, menegaskansemua keterangan akan dikaji mendalam.


Diakhir sidang, Airin Rachmi Diany yang memperoleh suara terbanyak, merasa sudah berbuat yang terabaik dan mentaati hukum seperti yang diamanatkan MK. Dan selaku warga Kota Tangsel, dia pun mengaku sudah mendapatkan banyak pembelajaran dari keputusan MK untuk mengulang pencoblosan di Kota Tangsel.


“saya belajar betul atas putusan MK lalu, terbukti kami bisa melalui tahapan PSU ini dengan taat hokum dan aturan. Dan kami pun mendapatkan legitimasi mutlak kembali dari warga Kota Tangsel yang telah mempercayakannya kepada kami. Untuk itu, saya minta keadilan dari majlis hakim MK atas apa yang sudah saya lakukan selama PSU ini,” ucap Airin sambil disambut tepuk riuh dari pengunjung yang menghadiri sidang MK di luar ruangan sidang.


Mendengar testimony Airin, Mahfud yang akan menutup sidang  pun mengaku terkesan dan bersyukur keputusannya untuk mengulang pencoblosan di Kota Tangsel dicamkan betul oleh Airin. Diapun berharap semua pihak melakukan hal yang sama. Mahfud juga melihat tidak ada permasalahan serius yang perlu disikapinya dalam sidang kali itu dan meminta para pihak menunggu vonis yang akan diputuskan minggu depan.


“Syukurlah kalau ada pembelajaran dari sini. Dan untuk Airin juga bagus. Tapi, untuk putusan, kami akan mengkaji terlebih dahulu semua laporan yang sudah diserahkan untuk kemudian ditetapkan pekan depan,”” tandas Mahfud sambil mengetuk palu sidang tanda sidang ditutup.


Sumber: Tangerang Ekspress

Jalan Rusak-Sampah Jadi Prioritas

E-mail Cetak PDF

Belum lama ini, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah menggelar pilkada ulang. Berdasarkan rekapitulasi KPU Kota Tangsel, pasangan Airin Rachmi Diany- Benyamin Davnie menjadi pemenang. Apa yang akan dilakukan Airin jika nanti resmi dilantik? Berikut wawancaranya:


Program 100 Hari apa yang Anda lakukan setelah dilantik nanti?

 Saya kira tidak ada Program 100 Hari, tetapi saya akan memulainya dengan melakukan konsolidasi birokrasi.Kemudian juga akan rapat membahas RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah d a e r a h ) u n t u k lima tahun ke depan. Saat ini kanAPBD tahun ini sudah diketuk, dan sudah memasuki trisemester pertama. Jadi kita selesaikan saja dulu, sambil mempersiapkan di APBD perubahan.

Mengenai persoalan Kota Tangsel, tahap awal saya fokus terhadap persoalan sampah.Penanganannya ada tiga tahapan: pendek, menengah, dan panjang. Tahun ini, kalau saya lihat,sudah dipersiapkan penga d a a n armada truk sampah. Kalau tidak salah, ada 30 unit. Saya dan Pak Ben (Benyamin Davnie) yakin bisa menyelesaikannya dengan berbagai cara. Salah satunya berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota Tangerang jika sampai TPST Cipeucang tidak mencukupi. Banyak investor yang mau membantu persoalan sampah ini,tetapi pengelolaan sampah ini berbasis feasibility study. Dan, tidak bisa hanya sembarangan bekerja sama.

Selain pemerintah melaksanakan ini, kami juga akan melakukan edukasi melalui aktivis sosial untuk mendorong partisipasi warga untuk melakukan kebiasaan membuang sampah di lokasi yang sudah disediakan.

Salah satu keluhan masyarakat saat ini ada banyaknya jalan rusak di Tangsel. Bagaimana penyelesaiannya?

Kita tentu akan melakukan pemetaan jalan terlebih dahulu. Mulai dari jalan rusak, ruas jalan yang macet, kita akan petakan dulu. Soal jalan rusak, saya lebih fokus pada apa yang sudah diperbaiki tidak cepat kembali rusak.Jadi jangan sampai apa yang kita (Pemkot Tangsel) lakukan pada ruas jalan yang sudah diperbaiki berulang-ulang rusak. Di sinilah saya menekankan pada tahap perbaikan jalan haruslah dil a k u k a n monitoring yang superbaik.

Sedangkan soal kemacetan di Tangsel ini, menurut saya, terkait erat dengan kota lain misalnya DKI Jakarta. Saya kira memaksimalkan transportasi kereta api (KA) adalah salah satu cara mengurai kemacetan. Saya akan datang ke PT KA guna membahas perbaikan fasilitas yang ada di Tangsel. Yang lainnya,mungkin bisa dengan memanfaatkan feeder busway.Tetapi, persoalan yang saat ini terjadi di Tangsel karena terbenturnya anggaran untuk membebaskan pelebaran jalan dan ada penolakan pengusaha angkutan umum.Inilah pekerjaan rumah saya ke depan. Saya juga berpikir, ruas jalan yang macet dibuatkan jalan tembus di sisi jalan, terutama jalan yang kerap macet seperti di Jalan Viktor. Itu kan karena ada pertemuanantarkendaraan di satu sisi jalan.

Soal pendidikan bagaimana?


 Soal pendidikan, saya kira yang harus kita awasi adalah subsidi tepat sasaran, terutama dalam biaya iuran pembangunan sekolah. Pendidikan berbiaya yang terjangkau dan memberikan beasiswa bagi yang tidak mampu. Sasaran saya adalah tersedianya sistem informasi pelayanan pendidikan dengan indikatornya sistem informasi pendidikan terpadu dengan target sistem informasi layanan pendidikan yang memadai. Ini semua tentu tidak terlepas dari meningkatnya kualitas dan kuantitas tenaga pendidikan. Tetapi,saya belum mengetahui pos APBD tahun ini pada Dinas Pendidikan.

Saya berharap bisa melakukan terobosan pada APBD perubahan nanti guna tersedianya sarana dan prasarana pendidikan dasar dan menengah. Sama halnya dengan pendidikan bidang kesehatan juga saya kira perlu banyak dibangun puskesmas. Sampai saat ini banyak warga Tangsel yang masih dirawat di RS Fatmawati atau RSUD Kabupaten Tangerang. Selain perlu diperbanyak puskemas,ke depan juga akan dikembangkan RS Asholihin yang direncanakan akan menjadi RSUD Kota Tangsel. Saya akan berkoordinasi pada rumah sakit-rumah sakit swasta ke depan terkait ini.

Sebagai kota baru,Tangsel membutuhkan tata ruang yang baik. Akan seperti apa tata ruang Tangsel?

Kota Tangsel hingga saat ini belum punya rencana tata ruang.Untuk melakukan pembentukan tata ruang Tangsel, saya akan mengundang seluruh developer baik kecil maupun besar. Saya kira semua harus bersinergi untuk memberikan masukan kepada kami. Ini penting kita lakukan agar tidak terjadi tumpang tindih dan salah tahapan seperti salah satunya soal drainase. Saya rasa ini harus dikawal secara bersama-sama. Jika sampai drainase tidak seirama, dampaknya akan berbahaya. Tata ruang Tangsel saya harapkan bisa memungkinkan masyarakat tidak berlibur atau melakukan aktivitas keluarga di luar Tangsel karena sebenarnya potensi lokasi liburan ada di Tangsel. Seperti membuat pedestrian untuk pejalan kaki dan membuat jalur khusus sepeda. Saya berharap ini semua bisa dilakukan bertahap. Saya memiliki cita-cita Tangsel seperti itu.

Jika nanti resmi menjabat, apakah Anda akan merangkul lawan politik?


Saya kira pertandingan sudah selesai. Dan,Tangsel perlu stabilitas.Saya dan Pak Benyamin pasti akan mengajak semua yang memiliki visi dan misi untuk Tangsel lebih maju. Saya tentu memiliki kekurangan. Untuk itu, saya kira semua pasti kita rangkul. Karena kemenangan kita adalah kemenangan warga Tangsel. Saya dan Pak Ben tentu sesuai undang- undang pasti akan melakukan pembagian tugas.

Bagaimana dengan kebutuhan air bersih?


Sampai saat ini Tangsel masih belum memiliki BUMD sendiri. Sudah pasti kita perlu mendirikan PDAM. Ke depan kami tentu akan membentuk PDAM.Minimal, saya akan melakukan penjajakan dengan PDAM Kabupaten Tangerang. Seperti diketahui,Tangsel sebenarnya memiliki banyak keuntungan dari air misalnya situsitu kan banyak di Tangsel.Tetapi, mengingat pengelolaan situ ada di provinsi, kita perlu melakukan sinergi. Bagi saya, sinergi sangatlah penting untuk membangun Kota Tangsel.

Untuk itu, saya berharap bisa bersinergi dengan pemerintah pusat, provinsi,Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang.

 ● denny irawan
Sumber: Seputar Indonesia

Airin Ajak Semua Calon Membangun Tangsel

E-mail Cetak PDF
Berita8.com - Membangun kota yang lebih baik, salah satunya diperlukan kerjasama semua pihak. Inilah yang terlintas dipikiran Airin Rachmi Diany calon walikota yang dinyatakan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) unggul sementara dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilukada Kota Tangerang Selatan.

"Semua warga ingin bersama menata dan membangun Kota Tangsel tercinta ini. Seandainya kami ditetapkan sebagai walikota dan wakil walikota terpilih tentu saja kami akan mengajak seluruh warga Tangsel berpartisipasi memajukan daerah ini," ajak Airin, Senin (7/3/2011).

Termasuk semua calon walikota dan wakil walikota lainnya untuk menata dan membangun Tangsel.

"Kami pun siap merangkul pasangan calon lain dan bekerjasama membangun Tangsel," ujarnya.

Dirinya juga siap melaksanakan pemerintahan yang partisipatif dengan melibatkan warga.

"Kami akan fokus dalam penanganan sampah, pendidikan, infrastruktur, dan kebijakan lain yang pro rakyat," tegasnya.

Pasangan Airin-Benyamin meraih 241.797 suara atau 53,67 persen. Arsid-Andre 198.660 atau 44,10 persen, Yayat-Norodom 4.933 suara atau 1,10 persen dan Rodiyah Najibah-Sulaeman Yasin 5.106 suara atau 1,13 persen.(son)

Inilah 4 Program Jangka Pendek Airin-Benyamin

E-mail Cetak PDF
TANGSEL, Okezone - Meski belum ada putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pemenang Pemilukada Tangerang Selatan (Tangsel), pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie sudah menyiapkan sejumlah program kerja yang akan dilaksanakan.

"Tentu kita memiliki program jangka pendek, menengah dan panjang yang akan dilaksanakan nanti," ujar Airin kepada okezone, pascasidang pleno KPU Kota Tangsel, di Pamulang.

Dari semua program yang telah direncanakan, Airin mengaku ada empat skala prioritas yang harus segera dikerjakan dalam tempo satu tahun setelah dia menjabat sebagai Wali Kota Tangsel definitif.

Pertama pendidikan murah dan terjangkau bagi masyarakat Tangsel. Kedua, Penanganan sampah yang menjadi soal utama masyarakat Kota Tangsel. Ketiga, kesehatan murah serta terjangkau bagi masyarakat Tangsel. Keempat, pembangunan infrastruktur di Kota Tangsel.

"Dengan pembangunan skala priorotas itu diharapkan, Kota Tangsel menjadi lebih baik, mandiri dan sejahtera. Sehingga diharapkan, Kota Tangsel menjadi contoh pemekaran yang baik baik daerah pemekaran di Indonesia," jelas Airin.

Untuk melaksanakan semua program kerja itu, Airin mengaku membutuhkan bantuan semua lapisan masyarakat yang ada di Kota Tangsel. Di antaranya dan terpenting adalah dengan menggandeng pasangan calon lainnya dalam Pemilukada Tangsel.

Dengan bersatunya masyarakat Tangsel, dia berharap pembangunan di Kota Tangsel dapat berjalan dengan cepat dan tanpa hambatan.

"Mari, kita semua bekerjasama membangun Tangsel. Kami tidak mungkin bisa jalan tanpa dibantu dan didukung seluruh warga Tangsel," terangnya.

Sebelumnya, KPU Kota Tangsel telah menetapkan hasil rapat pleno dengan SK Nomor 10/KPTS/KPU-Tangsel 2/2011 tentang hasil penghitungan perolehan suara dalam Pemungutan Suara Ulang. Dalam keputusan SK itu, pasangan Airin-Benyamin meraih suara sebanyak 241.797 suara atau 53,67 persen.
(ugo)

Airin Optimistis tidak Ada Pemilu Kada Ulang Lagi

E-mail Cetak PDF
TANGERANG SELATAN--MICOM: Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Banten, Airin Rachmi Diany - Benyamin Davnie, yakin bila pemungutan suara tidak akan diulang untuk yang ketiga kalinya mengingat selisih dengan pesaing kedua hampir 43.137 suara.

"Dengan raihan suara yang selisihnya hampir 43.137 ribu suara, mungkin ini yang terakhir. Semua masyarakat pasti akan menerimanya," kata Calon Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany usai rapat pleno yang di adakan di Padang Golf Pondok Cabe, Pamulang, Kamis (3/3).

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi telah menetapkan pilkada Tangerang Selatan dilakukan pemungutan suara ulang dan membatalkan keputusan KPU Kota Tangerang Selatan nomor 43/Kpts/KPU-Tangerang Selatan/XI/2010 tentang penetapan dan pengesahan hasil perolehan suara pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan dalam Pemilu wali kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan tahun 2010, bertanggal 17 November 2010.

Sedangkan pemungutan suara ulang Pemilu Kota Tangerang Selatan dilaksanakan tanggal 27 Februari, diikuti sebanyak 458.282 pemilih atau suara sah dari total Daftar Pemilih Tetap 738.181 pemilih.

Airin mengatakan, pihaknya pun telah siap mengikuti proses hukum dan keputusan Mahkamah Konstitusi nantinya dengan prosedur hukum yang ada.

"Saya akan ikuti proses hukum dan menunggu keputusan MK. Karena, perolehan suara yang saya raih, harus dinilai terlebih dahulu oleh MK,

untuk kemudian disyahkan dan peraih suara terbanyak ditetapkan sebagai pemenang Pemilu," katanya.

KPUD Kota Tangerang Selatan sebelumnya telah melaksanakan rapat pleno dengan SK  Nomor 10/KPTS/KPU-Tangsel 2/2011 tentang penetapan hasil penghitungan perolehan suara dalam Pemungutan Suara Ulang.

Dalam keputusan tersebut, Pasangan Airin - Benyamin meraih suara sebanyak 241.797 suara atau 53,67%. Kemudian, pasangan Arsid - Andre mendapat suara 198.660 atau 44,10%. Lalu, pasangan Yayat - Norodom mendapat suara 4.933 suara atau 1,10%. Sedangkan pasangan Rodiyah Najibah - Sulaeman Yasin mendapat 5.106 suara atau 1,13%. (Ant/OL-12)
Penulis : Sumantri

Halaman 6 dari 21

Baner