Thursday, Jun 20th

Last update:09:01:42 PM GMT

You are here

Airin Dalam Media

Airin Tunda Pembangunan Puspem Tangsel

E-mail Cetak PDF

TANGSEL-Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, menunda rencana pembangunan gedung pusat pemerintahan (puspem) Kota Tangsel. Airin justru baru berencana bangun pada tahun 2013 mendatang, di saat semua persoalan utama di kota pemekaran Kabupaten Tangerang itu selesai ditangani.

"Melihat kondisi yang ada, rasanya sulit untuk mulai membangun pada akhir tahun ini atau tahun depan, mengingat masih banyak pekerjaan yang jauh lebih penting yang harus saya lakukan," ucap Airin, hari ini.

Sebelumnya, kalangan DPRD Tangsel sudah mewacanakan agar puspem segera dibangun dengan anggaran tidak kurang dari Rp 500 miliar. Alasan pembangunan puspem dipercepat adalah untuk mempermudah masyarakat mengurus berbagai hal. Selain itu untuk memudahkan koordinasi Wali Kota dengan jajaran kepala dinas.

Menurut Airin, untuk dua tahun kedepan, dirinya bersama Wakil Wali Kota, Benyamin Davnie, akan memprioritaskan program kerja yang telah menjadi skala prioritas seperti halnya perbaikan jalan, pelayanan kesehatan, dan pendidikan. Pembangunan gedung puspem, kata Airin, belum dikategorikan mendesak. Karena, kantor wali kota yang saat ini masih menumpang di Kecamatan Pamulang, masih memadai. "Kantor wali kota untuk dua tahun kedepan termasuk dinas - dinas, masih akan menumpang di lokasi yang ada saat ini. Karena, kita utamakan program kerja," ucapnya dengan mantap.

Terkait biaya pembangunan yang diestimasi menelan anggaran sekitar Rp 500 miliar, kata Airin, pihaknya akan kembali melakukan kajian. Karena, dirinya belum melihat secara langsung Detail Engineering Design (DED). "Belum bisa dipastikan Mas anggarannya. Karena harus melihat DED terlebih dahulu, jadinya tidak bisa menerka," ujarnya.
    
Untuk lokasi, menurut Airin, masih mengacu pada UU No 51 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Tangsel yakni di bekas kawedanan Kecamatan Ciputat. Namun untuk luasnya, kemungkinan besar akan ditambah, mengingat kebutuhan pembangunan yang cukup besar.
    
Sementara itu menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan, Dudung E Diredja, pemkot Tangsel belum mau membangun puspem. Tapi yang dianggap mendesak adalah membangun kantor Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD). Untuk membangun BLHD, kata Dudung, sudah dapat alokasi dari APBN. (DRA)

Sumber: Tangerangnews.com

Tangsel Menuju Kota Layak Anak Indonesia

E-mail Cetak PDF
Airin saat meresmikan salah satu Taman Bacaan Masyarakat (TBM) beberapa waktu lalu.SETU-Pemerintah Provinsi Banten mengajukan Tangerang Selatan (Tangsel) sebagai salah satu pilot project kota layak anak di Indonesia. Serpong Utara dan Pondok Aren menjadi daerah pionir. Dalam mencapai tujuan tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan bahwa Pemkot Tangsel memerlukan komitmen tinggi. Komitmen tersebut berupa kerja sama yang solid antara lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang terwujud dalam peraturan dan penganggaran untuk kepentingan perlindungan dan tumbuh kembang anak.


"Pendidikan dan kesehatan adalah perhatian utama," kata Linda setelah menghadiri puncak peringatan Hari Kartini di Graha Widya Bhakti Puspiptek, Rabu (4/5).

Linda mencontohkan, Solo dalam sepuluh tahun terakhir sukses menjadi kota layak anak di Indonesia. Anak-anak khususnya masyarakat miskin di Solo tetap mendapat kesempatan dari sisi pendidikan, kesehatan, bahkan ruang bermain. Pihak swasta terlibat dalam hal tersebut. "Swasta mempunyai tanggung jawab CSR (corporate social responsibility)," kata Linda.

CSR tersebut tidak hanya berlaku untuk lingkungan. Anak-anak juga menjadi perhatian, seperti menyediakan arena khusus untuk mereka, di antaranya ruang bermain, taman perpustakaan, hingga jalur sepeda. Menurut Linda, pendidikan menjadi faktor perhatian utama.

Sedangkan, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany belum bisa menjanjikan pendidikan gratis bagi warga Tangsel. Pemerintah setempat hanya bisa menjanjikan pendidikan di 2011 ini terjangkau untuk masyarakat. Salah satu caranya melalui pemberian beasiswa. Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Prof Masyitoh memandang hal tersebut wajar.

Menurutnya, yang terpenting wali kota harus memperjuangkannya meskipun bertahap. "Pemkot dan akademisi bisa saling bekerja sama mencerdaskan masyarakat Tangsel," katanya saat ditemui di kampus Fakultas Ilmu Agama UMJ, Rabu (4/5).

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) Kota Tangsel, Nita Gilik, mengatakan bahwa Tangsel direncanakan menjadi satu dari 30 kota layak anak di Indonesia. Ada tiga pertimbangan khusus pemilihan Tangsel. Pertama, Tangsel didukung oleh kader-kader yang responsif dan partisipatif.

Hingga 2011, Tangsel memiliki enam ribu kader pemberdayaan perempuan dan anak. Kedua, Tangsel memiliki peluang usaha besar, khususnya dari pihak swasta yang menunjang pelaksanaan tersebut. Ketiga, Tangsel sedang menyiapkan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang perlindungan perempuan dan anak.

Pemkot Tangsel akan membentuk gugus tugas di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Pondok Aren dan Serpong Utara menjadi pionir awal. Menurut Nita, perwujudan tersebut harus bertahap. "Tidak langsung diseluruh kecamatan," katanya.  

Sumber: Republika

Airin: Pendidikan Dasar Cegah Radikalisme

E-mail Cetak PDF
SERPONG - Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, mengatakan bahwa pendidikan  dasar sangat penting dalam menangkal isu radikalisme di Tangerang Selatan. Anak sejak usia dini perlu mendapatkan pengajaran dan pendidikan karakter.

“Radikalisme itu masuk melalui universitas,” kata Airin saat menggelar pengajian di Masjid Al-Hikmah, Bumi Serpong Damai, Senin (2/5).

Bukan hanya pendidikan dasar yang bisa menangkal isu radikalisme yang masuk melalui perguruan tinggi. Menurut Airin, peran tokoh-tokoh agama di Tangerang Selatan juga sangat diperlukan untuk menangkal radikalisme.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel, Mathodah, mengajak semua pegawai pendidikan untuk mengembangkan karakter siswa. Hal ini sesuai dengan tema Hardiknas yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Nasional tahun 2011. Yaitu, Pengembangan Karakter untuk Pendidikan Bangsa.

Sumber: REPUBLIKA.CO.ID,

Potensi Tangsel di Mata Airin - Bennyamin

E-mail Cetak PDF

PAMULANG - Bagi Walikota Tangsel Terpilih, Airin Rachmi Diany, Tangsel memiliki potensi besar dibidang pendidikan. "60 persen sekolah di Tangsel  kualitasnya sangat baik bahkan terbaik, khususnya di Jabodetabek," katanya, Rabu (20/4).

 

Oleh karena itu, di dalam program kerjanya yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Airin akan memberikan beasiswa agar pendidikan masyarakat Tangsel lebih terjangkau.

 

Sementara itu, bagi Wakil Walikota Tangsel Terpilih, Benjamin Davnie, Tangsel berpotensi besar di sektor ekonomi, khususnya perdagangan dan jasa. "Hal ini terbukti dengan meningkatnya potensi daya beli masyarakat," contoh Ben.

 

Dalam hal ini peran swasta di Tangsel cukup mendominasi, khususnya terkait pembangunan kota. Hal tersebut juga didukung oleh potensi geostrategis kota Tangsel yang diapit oleh kota-kota besar seperti Jakarta, Depok, dan Bogor. Keberhasilan tersebut ditandai dengan realisasi APBD Kota Tangsel, "dalam 3 tahun saja realisasi APBD sudah melampaui 71 miliar rupiah," kata Ben.

 

Sumber: REPUBLIKA

''Doakan Agar Saya Amanah dan Istiqomah''

E-mail Cetak PDF
Walikota Tangsel terpilih Airin Rachmi Diany bertemu dengan tim Tangerang Ekspress di Living World, Alam Sutera, Rabu (30//3). Photo/Miladi AhmadiSatu Setengah Jam Ngobrol Bersama Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany

Jalan panjang dan berliku. Begitulah perjalanan Airin Rachmi Diany menuju kursi Walikota Tangerang Selatan (Tangsel). Pemilukada sudah dia lalui. Bukan cuma satu putaran, tapi dua putaran.  Tapi, hajatan rakyat Tangsel itu berujung bahagia. Kamis (24/3), dua pekan lalu, Mahkamah Konstitusi (MK) menetapkan kemenangan Airin. Bulan depan (tepatnya 4 Mei-red), jika tak ada aral melintang, Airin yang berpasangan dengan Benyamin Davnie dilantik menjadi Walikota dan Wakil Walikota (Tangsel).

Banyak cerita menarik yang dialami Airin seputar Pemilukada Tangsel itu. Bertempat di salah satu gerai makanan di Living World, Alam Sutera, Rabu (30/3) lalu, kepada General Manajer (GM) Jasmara Bahar dan kru redaksi Tangerang Ekspres -Agung S Pambudi, Rudi Susanto, Sihara Pardede, Teguh Wisnu, Aen dan fotografer Miladi Ahmad- Airin berkenan berbagi cerita. Dan inilah wawancara wartawan Tangerang Ekspres Agung S Pambudi dengan Airin Rachmi Diany:        

Agung: Kamis pekan lalu, MK sudah memutuskan ibu sebagai pemenang  Pemilukada Tangsel. Komentar ibu?

Airin: Saya bersyukur kepada Allah SWT. Karena MK sudah memberi keputusan yang adil. Dan saya ucapkan terima kasih kepada penyelenggara Pemilukada, dalam hal ini, KPU baik di pusat, provinsi maupun KPU Kota Tangsel, Bawaslu serta Panwas. Dan juga kepada tim saya. Sejumlah Parpol pengusung saya. Ini adalah kemenangan seluruh warga Tangsel. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Tangsel yang sudah memberikan hak suaranya sehingga partisipasi warga meningkat. Ini menunjukkan antusiasme warga sudah sangat baik. Sekarang, Pilkada telah sudah selesai. Dan ke depan, kita bisa bersama-sama membangun Kota Tangsel.     

Agung: Berarti, sekarang ibu sudah bisa tidur nyenyak dong?

Airin: Nggak juga. Justru lima tahun ke depan tugas saya semakin berat. Saya harus bisa menjalankan visi-misi saya, apa yang menjadi cita-cita saya bersama Pak Ben. Apalah arti saya dan Pak Ben, tanpa didukung segenap elemen masyarakat, maupun oleh stakeholders dan para pemangku kepentingan yang lain.
 
Agung: Komentar anak-anak terhadap kemenangan ibu, seperti apa?

Airin: Alhamdulillah, mereka bersyukur. Sebenarnya mereka (anak-anak,red) cenderung cuek saja. Ya maklum, mungkin karena mereka masih kecil kali ya? Anak saya dua,  SMP kelas 1 dan SD kelas 1. Tapi dari wajah mereka, terbersit rasa bangga, rasa senang pada saat pengumuman MK. Saya telepon pada waktu itu di MK, saya bilang ke mereka; kakak, adik, alhamdulillah ibu udah menang, udah doanya belum? Karena, sebelum ke MK, saya minta mereka untuk ngaji dan berdoa bersama anak yatim di rumah. Mereka bilang; alhamdulillah, ibu sudah menang.
 Malah ada cerita lucu, waktu keputusan MK yang pertama. Ceritanya, anak saya terpilih sebagai pengurus OSIS. Dan pada saat itu, dia tanya; ibu kapan dilantiknya? Nanti abis keputusan MK, minggu depan, saya bilang. Dan, ternyata keputusan MK ternyata Pilkada diulang, yaa...ibu kapan dilantiknya? Kakak minggu depan nih dilantik.
 
Agung: Sudah ada syukuran kecil-kecilan bu?

Airin: Kalau kemarin setelah putusan MK, alhamdulillah, di rumah kan ada anak-anak yatim, ya sudah kita doa bersama mereka. Mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT. Selebihnya, ya sih sama yang lain, belum. Nanti, kita lihat lah.
 
Agung: Sebelumnya ibu yakin, keputusan MK akan berpihak kepada ibu, punya firasat?

Airin: Kalau yang pertama, saya punya keyakinan menang. Ternyata kan diulang. Kalau yang kedua (sidang MK PSU ulang) saya berdoa terus. Dalam hati saya berkata; masa sih hakim tidak melihat fakta di lapangan? Makanya saya berdoa terus.  

Agung: Siapa yang paling berjasa dalam pemenangan ibu?

Airin: Semuanya. Semuanya sangat berjasa untuk saya. Semuanya kerja keras. Pertama tim, seluruh partai pengusung saya bergerak,  alhamdulillah. Dan juga, simpatisan, partisan saya, masyarakat Tangsel yang luar biasa mendukung saya.  

Agung: Rencana ibu dalam waktu dekat ini mau ngapain?

Airin: Insya Allah kepinginnya umrah. Tapi waktunya kapan? nanti kita lihat dulu, ada banyak pekerjaan yang tertinggal. Pinginnya sih umrah ngajak anak-anak, orangtua. Mudah-mudahkan sebelum pelantikan ya. Karena kalau sesudah pelantikan, kita harus kerja. Karena saya harus mewujudkan semua rencana-rencana saya dengan Pak Ben.  

Agung: Terpikir nggak, ingin bersilaturahmi dengan mantan lawan-lawan ibu?

Airin: Pasti. Saat ini pun, saya termasuk Pak Ben sudah melakukan itu. Bukan hanya dengan para pasangan yang lain, tapi juga dengan tokoh-tokoh masyarakat yang lain. Termasuk dengan konstituen saya. Ada yang datang ke rumah saya, ada juga saya yang datang ke rumah mereka. Itu sudah kita lakukan.

Agung: Siapa yang sudah mengucapkan selamat sama ibu?

Airin: Sejauh ini baru Ibu Rhodiyah.

Agung: Apa hikmah yang bisa ibu petik dari Pilkada Tangsel lalu?

Airin: Banyak. Banyak banget, hikmah yang bisa saya ambil dari Pilkada. Saya diberi kesempatan menjalankan amanah rakyat Tangsel. Jujur, pada Pilkada putaran pertama, kita terlalu pede (percaya diri,red) dengan hasil survei. Pilkada kedua, kita, partai, simpatisan, jaringan harus bekerja keras.

Agung: Sejumlah para pendukung calon lain nanti akan bersikap oposon, gimana tuh?

Airin: Gak apa-apa. Semua orang punya hak yang sama. Kita dikritisi menurut saya adalah baik. Wartawan juga nanti akan mengkritisi, jika saya salah. Tapi mudah-mudahan saya tidak salah. Kritik itu sebagai bahan evaluasi agar ke depannya bisa lebih baik.

Agung: Apa pesan spesial buat para pendukung ibu?

Airin: Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh warga Tangsel. Terutama kepada para pendukung saya. Doakan agar saya tetap amanah dan istiqomah. (*)

Sumber: Tangerang Ekspress, Jum'at 1 April 2011

Halaman 4 dari 21

Baner